|
<
Home
Buku:
Merumuskan Konsep
dan Praktek Partisipasi Warga dalam Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah hak
warganegara, dan negara wajib menyediakannya. Namun pada
kenyataannya, negara belum bisa
menyediakan pelayanan publik yang mampu memenuhi
kebutuhan dasar masyarakat, baik secara kuantitas maupun
kualitas. Sebagai jalan keluar, masyarakat berinisiatif mencari
alternatif lain untuk mendapatkan apa yang semestinya diperoleh
dari negara.
Sejumlah kegiatan dilakukan masyarakat untuk memenuhi
kebutuhannya yang berbeda-beda. Hal ini tentu saja menumbuhkan
keberagaman dalam aktivitas partisipatif yang dilakukan
masyarakat. Keanekaragaman itu tentu saja bisa menjadi sumber
inspirasi, dan pembelajaran bagi masyarakat maupun para
pengambil kebijakan.
Secara langsung maupun tidak langsung, kegiatan-kegiatan
partisipatif dalam hal penyelenggaraan pelayanan publik telah
meringankan beban negara. Meski demikian, semestinya itu tidak
dijadikan alasan bagi negara untuk sepenuhnya menyerahkan
pelayanan publik kepada masyarakat. Terlebih, konstitusi
mengamanatkan kepada negara untuk memenuhi kebutuhan dasar
warganegaranya.
Negara, seperti halnya warganegara,
harus mampu memposisikan persoalan pelayanan publik pada tempat
yang semestinya. Itu bisa dilakukan jika masing-masing mampu
memahami secara jernih konsep-konsep pelayanan publik. Dengan
demikian partisipasi warga, tidak bergeser menjadi mobilisasi
warga ataupun langkah awal privatisasi pelayanan publik.
Permasalah tersebut menjadi salah
satu topik menarik dan dibicarakan dalam Forum Nasional yang
digelar Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat (FPPM).
Lokakarya tersebut bertema “Merumuskan Konsep dan Praktek
Partisipasi Warga dalam Pelayanan Publik”, digelar di Solo,
tanggal 19-22 September 2005. Dalam kegiatan ini, FPPM bekerja
sama dengan Indonesian Partnership on Local Governance
Initiatives (IPGI) Solo dan didukung Ford Foundation.
Aktivitas yang berlangsung empat
hari tersebut terangkum dalam buku yang sekarang berada di
hadapan Anda. Sebagai bentuk rangkuman, prosiding ini tentu saja
tidak bisa menggambarkan secara detil seluruh kegiatan. Meski
demikian, catatan kecil ini bisa menjadi jembatan penghubung
antara Anda dengan tema dan suasana yang terbangun dalam
lokakarya tersebut.
Prosiding ini terbit berkat dukungan
dan kerjasama dari sejumlah pihak. Maka. dengan kerendahan hati,
kami mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah
berbagi pengalaman dalam kegiatan tersebut. Terima kasih juga
kami sampaikan kepada teman-teman dari IPGI Solo yang telah
banyak membantu, termasuk melakukan rekam proses selama
lokakarya berlangsung.
Bandung, Medio Juli 2006
Dr. Pradjarta Dirdjosanjoto, S.H.,
M.A
Ketua Dewan Pengarah FPPM
|